Rabu, April 22, 2009

Kau mengajariku menikmati teduh

Hujan mulai bosan turun

Tak apa, langit biru pun tak buruk, ujarmu
Humm ya, rasanya hangat
Bayangan besarmu melindungiku dari terik
Cukup nyaman
Tetap bersamaku ya,
aku lelah terus ditinggalkan..

Seperti berharap hujan saat kemarau

Hujan tak kan pergi
Pun tak kan menetap
ia hanya singgah
sama seperti rintik yang tak bisa ku genggam
Hanya mengalir, Lalu jatuh
Lenyap..

Mencari sepatu

Kutinggalkan sepatu di pesta itu,
Beserta alamat rumahku

Aku tak kan menunggu hujan lagi

Seiring derai hujan yang mulai berhenti
Kenangan itu kulepas
Hanyut bersama aliran hujan
Lalu lenyap

Sudah bulan mei
Tak ada hujan lagi..